Pemerintahan

Bercita-cita Satu Desa Satu Pojok Baca di Trenggalek, Ini Alasan Novita Hardini

Redaksi
×

Bercita-cita Satu Desa Satu Pojok Baca di Trenggalek, Ini Alasan Novita Hardini

Sebarkan artikel ini

Trenggalek, PORTALBANGSA.CO.ID – Menghadiri Pentas Seni dan Gebyar UMKM Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., terus menggelorakan kebangkitan perempuan. Inisiator Sepeda Keren Kabupaten Trenggalek itu berupaya agar perempuan mau meningkatkan peran dirinya sebagai masyarakat Indonesia yang tidak hanya berjuang di lingkup keluarga saja.

Untuk itu dirinya bercita cita bisa mewujudkan minimal satu desa ada satu pojok baca. Kenapa harus ada satu pojok baca di setiap desa Master of Economic ini menjelaskan, “itu adalah impian saya sejak lama. Dari 2020 kepada Dinas Pendidikan selalu saya katakan, saya ingin paling tidak di akhir tahun ini atau paling tidak di akhir tahun 2024, semua desa sudah memiliki pojok baca,” tuturnya.

BACA JUGA :
Wabup Trenggalek Syah Natanegara Dukung Upaya Sosialisasi Bela Negara

Bagi saya, imbuh penggiat perempuan itu, “buku itu adalah jendela dunia. Mungkin bagi perempuan-perempuan yang belum punya akses untuk sekolah karena masalah keuangan dan sebagainya, mereka bisa membaca dari buku. Ini adalah privilege yang sangat luar biasa dan menurut saya harus diberikan kepada masyarakat kita,” tegas Novita Hardini, Minggu (8/10) di Desa Wisata Gua Biru, Desa Sengon, Kecamatan Bendungan.

BACA JUGA :
Polisi Tetapkan 12 Tersangka Pelemparan Rombongan Ziarah di Trenggalek

Dengan meningkatkan kapasitasnya, perempuan bisa menjadi mitra yang selaras dimulai dari lingkup keluarga. Menurutnya posisi ibu harus terus di isi dengan ilmu pengetahuan, agar bisa menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak.

BACA JUGA :
Pemdes Karangtengah Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim

Selain itu menjadi mitra yang baik dalam mendukung karier suami. Dan juga bisa meningkatkan peran dirinya sebagai masyarakat Indonesia yang tidak hanya berjuang di lingkup keluarga saja, tapi juga perduli atas perjuangan di lingkungan maupun desanya.

Perempuan harus tahu bagaimana memperjuangkan desanya, kecamatannya, daerahnya dan bagaimana membuat negara Indonesia yang dulu diperjuangkan dari penjajahan hingga hari ini kita sudah merdeka, harus bisa terus merdeka. (Sugiyanto)