Pemerintahan

Wakajati Jatim Dwi Setyo Budi Tutup Usia Terkena Serangan Jantung

Editor PB
×

Wakajati Jatim Dwi Setyo Budi Tutup Usia Terkena Serangan Jantung

Sebarkan artikel ini
Kajati
Makin Rahmat Ketua SMSI Jatim saat bertemu Wakajati Jatim Dr. Dwi Setyo Budi Utomo SH MH di masjid Baitul Haq Kejati Jatim usai pelantikan 7 November 2023. (Foto: Dok. Yuniar/Portal Bangsa)

Surabaya, PORTALBANGSA.CO.ID — Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menerpa keluarga besar kejaksaan, khususnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Dr. Dwi Setyo Budi SH MH, Wakajati Jatim wafat pada Selasa (19/12) karena serangan jantung, di rumah dinas, Jl. Jimerto Surabaya.

Menurut staf di Kejati, tidak ada tanda-tanda beliau (Dwi Setyo Budi) mengalami penurunan fisik. Bahkan, agenda kegiatan hari Senin (18/12) dilakukan seperti biasanya.

BACA JUGA :
Ketegasan Kapolda Jawa Timur Membongkar Sindikat Judi online Beromzet Miliaran Rupiah

“Hari Senin, saya sempat menghadap bapak Waka, kordinasi kegiatan IAD (Ikatan Adhyaksa Dharmakarini) dan kegiatan beliau hari Selasa,” kata Idham Khalid SH MH, salah satu kasi di Intel Kejati Jatim, Selasa.

Informasi lain dari rumah Dinas, Almarhum Dwi Setyo Budi, mantan Wakajati Kepulauan Bangka Belitung di Pangkal Pinang, merasakan ada sesak di dada. Riwayat penyakit jantung, almarhum sudah pasang 1 ring.

“Tadi sekitar jam setengah tujuh, beliau mengeluh sesak dan minta diantar ke rumah sakit (RS). Beliau masih berjalan sendiri menuju mobil diantar mas Riyan. Saat perjalanan itulah, takdir Allah, pak Dwi menghadap ke Ilahi Rabbi. Innalilahi wa inna ilaihi raji’un,” tukas Agung, Kordinator keamanan Kejati.

BACA JUGA :
Halal bi Halal Bersama Pemkab Bondowoso dan Tokoh Masyarakat, Begini Tujuannya

Dari pantauan di lapangan, jenazah Dwi Setyo Budi dari RS Griya Amarta disemayamkan di rumah dinas, setelah itu akan dilakukan prosesi pelepasan jenazah di masjid Baitul Haq Kejati Jatim.

BACA JUGA :
Jalin Komunikasi, Kapolda Jatim Silaturahmi dengan Pimred dan Kabiro Media

“Kami mendapat tugas untuk meluncur ke Magelang sesuai kesepakatan keluarga almarhum. Sedang pihak protokol dan pembinaan yang mengurus di Surabaya,” pungkas Gus Idham.

Sosok Dwi Setyo Budi memang jaksa humble namun tegas dalam melaksanakan tugas. Saat menjadi Asintel Kejati Sumut berhasil menangkap 9 buronan, termasuk terpidana tipikor. Hingga akhirnya, mendapatkan promosi sebagai Koordinator pada Jampidum Kejagung. Selamat jalan pak Dwi. (Yuniar)