Teknologi

Dorong Potensi Wisata, Sampoerna Gelar Pelatihan di Desa Ranupane

Editor PB
×

Dorong Potensi Wisata, Sampoerna Gelar Pelatihan di Desa Ranupane

Sebarkan artikel ini

Sampoerna Volunteer Community (SVC) bersama Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) menggelar pelatihan kelima bagi masyarakat di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada awal Mei 2024.

Sampoerna Volunteer Community (SVC) bersama
Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) menggelar pelatihan kelima
bagi masyarakat di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa
Timur, pada awal Mei 2024.

Kepala
Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat, mengatakan,
program ini bagian dari upaya Sampoerna mendukung kemajuan perekonomian daerah,
serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), melalui potensi wisata desa. Desa
Ranupane terletak di kaki Gunung Semeru. Dengan lokasi yang strategis, desa ini
memiliki berbagai potensi wisata alam dan bisa mendukung percepatan pertumbuhan
ekonomi.

BACA JUGA :
Menuju Indonesia Emas, Maxy Academy Memperkuat Kemitraan dengan 23 Perguruan Tinggi

“Program ini dilakukan di bawah payung program
Sampoerna Untuk Indonesia, khususnya pilar sosial, yakni kesejahteraan sosial
ekonomi pada rantai pasok dan komunitas,” kata Ishak.

Untuk pengembangan desa wisata, perlu
dilakukan peningkatan kapasitas dari sektor UMKM, terutama yang bisa
meningkatkan potensi wisata. Hal inilah yang dilakukan melalui pelatihan dan
pendampingan yang dimulai sejak Februari 2024, dan akan berlangsung hingga Juli
2024.

Berbagai pelatihan telah diberikan kepada
masyarakat Desa Ranupane. Pelatihan-pelatihan itu di antaranya, pelatihan
olahan pangan, pengemasan, pelabelan, manajemen keuangan, hingga pemasaran
digital.   

Kesempatan
berharga mengembangkan usaha

BACA JUGA :
Merintis Usaha Sendiri: Karyawan Hotel Menyajikan Bubur Ayam Jakarta 46 dengan Sentuhan Khasnya

Pada pelatihan yang digelar 3-5 Mei 2024 di
Kantor Desa Ranupane, sebanyak 17 peserta mendapatkan materi seputar media
promosi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, antara lain petani, pedagang,
dan ibu rumah tangga. 

Mereka mendapatkan pelatihan bagaimana membuat
foto produk yang menarik, melakukan pemasaran melalui aplikasi WhatsApp
Bussiness, hingga strategi memasarkan produk di marketplace.

Bagi salah satu peserta, Hana, mengikuti
pelatihan ini merupakan kesempatan yang berharga.

“Pelatihan ini memberikan kesempatan
berharga bagi UMKM Ranupane untuk mengembangkan produknya. Biasanya, kami hanya
menjual kentang langsung kepada tengkulak. Sekarang, kami dapat belajar
bagaimana meningkatkan nilai jual produk kami,” kata Hana.

BACA JUGA :
Perhatian untuk seluruh Komunitas Game Asia Tenggara: JACK IT mempersembahkan sebuah kompetisi, "TOURNAMENTS OF TOURNAMENT" dengan total hadiah $40,000

Tak hanya mengikuti berbagai materi, peserta
bersama SETC dan SVC juga melakukan kunjungan dan melihat langsung bagaimana
para peserta ini menjalankan usahanya. Dari kunjungan langsung ke lokasi usaha,
diharapkan bisa mendekatkan diri kepada pelaku UMKM dan mendengar langsung
kendala yang mereka hadapi. 

Sekretaris Desa Ranupane, Nunuk berharap, SETC
dan SVC bisa menggelar kegiatan ini secara berkesinambungan karena sangat
bermanfaat bagi UMKM.

“Kami berharap kehadiran SETC dan SVC
tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi terus memberikan dukungan dalam
pengembangan produk UMKM agar lebih diminati oleh pembeli,” ujar Nunuk.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES