Kesehatan

Jelang Idul Adha 1445 H, Disnakkan Sidak Belasan Lapak Ternak

Editor PB
×

Jelang Idul Adha 1445 H, Disnakkan Sidak Belasan Lapak Ternak

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, PORTALBANGSA.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Dinas Peternakan Dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso menyidak belasan lapak ternak. Tujuannya untuk memastikan kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan kurban nanti.

Hingga kini, total sebanyak 19 lapak yang telah dilakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan. Lokasi peninjauan dilakukan di kawasan kota dan sejumlah titik lainnya.

Kabid Keswan Kesmavet dan P2HP pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, drh. Cendy Herdiawan mengatakan, para petugas melakukan pemeriksaan antemortem yaitu sebelum dipotong.

BACA JUGA :
Cegah Kematian Jantung Mendadak dengan Deteksi Kadar D-dimer Sejak Dini

” Ya jadi sudah beberapa hari yang lalu kita sebarkan Google Form ke para petugas kami untuk mendata dan mengisi lapak-lapak yang ada di Bondowoso. Jadi di lapak mana saja yang mereka jualan ternak kurban, ” katanya saat dikonfirmasi RRI saat meninjau salah satu penjual ternak, Jumat (14/6/2024).

BACA JUGA :
Jaga Kualitas dengan Serangkaian Tes Ketat

Menurutnya, dari lapak – lapak yang sudah diperiksa itu akan diberikan stiker bahwa ternak di lokasi tersebut sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat. Tentunya jika ada beberapa ekor yang dinyatakan kurang sehat pasti akan dieliminasi atau di afkir untuk tidak dijual.

” Kalau lapak yang sekarang sampai dengan kemarin masuk di data kami ada sekitar 19. Memang ada sedikit penurunan dari tahun kemarin artinya jumlah pedagang ini tidak sebanyak tahun lalu, ” ungkap pria berkacamata tersebut.

BACA JUGA :
Peran Aktif Babinsa Sukosari Meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal

Dari hasil pemeriksaan, petugas paling banyak menemukan adanya iritasi pada mata ternak karena disebabkan tranportasi atau perjalanan.

Mengenai infeksi virus Orf atau juga dikenal sebagai Ecthyma Contagiosum atau Dermatitis Pustular, terutama pada kambing ataupun domba menyerupai cacar pada manusia dan masih bisa diobati.