Nasional

Keracunan Susu MBG: Plt Dinkes Jelaskan Langkah Pengawasan dan Evaluasi

Editor PB
×

Keracunan Susu MBG: Plt Dinkes Jelaskan Langkah Pengawasan dan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, http://Portalbangsa. Co. Id— Puluhan siswa di Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi susu Program Makan Bergizi (MBG).

Plt Dinas Kesehatan Bondowoso, Arief Sudibyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel makanan dan susu kedelai untuk diperiksa di laboratorium, dan hasilnya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.

“Sampel yang kami ambil disimpan secara utuh selama dua hari di lemari pendingin, sebagai antisipasi jika terjadi kejadian seperti ini. Ini untuk memastikan analisis laboratorium dapat dilakukan dengan akurat,” jelasnya

BACA JUGA :
Perum Perhutani Bondowoso Gelar Berbagai Lomba Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 7o

Arief menegaskan bahwa pemeriksaan ini bersifat pembinaan dan pengawasan, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Setiap SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) telah dilatih sebelumnya dalam hal pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga sanitasi makanan.

BACA JUGA :
Pastikan Lancar Pembangunan, TNI Angkut Material Pakai Roda Dua

“Semua ahli gizi sudah mendapatkan pelatihan, termasuk cara pengolahan bahan dan sanitasi. Saat kejadian ini, kami segera melakukan pemeriksaan karena jumlah korban banyak dan waktu munculnya gejala sangat cepat,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa jumlah korban yang tiba-tiba banyak lebih dari 10 orang dalam satu hari menjadi indikasi bahwa ini termasuk kejadian luar biasa (KLB) sementara, sehingga perlu tindakan cepat dan pengawasan ketat.

BACA JUGA :
Juara Tinju Dari Yonif Raider 514/SY/9/2 Kostrad Bondowoso, Dalam Event Boxing

“Kami akan melaporkan hasil pemeriksaan ke pimpinan. Semua temuan akan digunakan sebagai pembinaan dan evaluasi, bukan untuk mencari siapa yang salah,” tegas Plt Dinkes.

Selain itu, Arief menegaskan pentingnya memastikan makanan tetap fresh, memiliki izin resmi, dan dijaga higienitasnya sebelum diserahkan ke siswa, agar program MBG tetap aman dan bermanfaat.