Bondowoso, http://Portalbangsa. Co. Id– 20 Desember 2025 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, melaksanakan razia gabungan bersama Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, serta Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso pada Sabtu malam (20/12). Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif menjelang perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 guna menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas Bondowoso.
Razia gabungan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto. Dalam arahannya, Kalapas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta sinergi dari Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, dan Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso. Beliau menegaskan bahwa pelaksanaan razia dilakukan secara humanis namun tetap tegas dalam menegakkan aturan serta mengamankan barang-barang terlarang di dalam lapas.
Usai apel, tim gabungan yang terdiri dari jajaran internal Lapas Bondowoso bersama personel Kodim 0822, Polres Bondowoso dan Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso melaksanakan penggeledahan menyeluruh pada seluruh blok dan kamar hunian warga binaan. Kegiatan penggeledahan berlangsung dengan tertib serta mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan.
Dari hasil razia tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba di dalam blok hunian. Namun demikian, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan dan berpotensi mengganggu keamanan, di antaranya benda berbahan logam, alat tajam sederhana, serta barang lain yang dapat disalahgunakan.
Selain razia kamar hunian, Lapas Bondowoso juga melaksanakan tes urine terhadap 120 orang warga binaan yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, seluruh warga binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Melalui pelaksanaan razia gabungan ini, Lapas Bondowoso berkomitmen untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini juga menjadi wujud penguatan sinergi pengamanan antar Aparat Penegak Hukum dalam mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.













