Berita

SPPG Melanggar SOP Limbah, Sekda Bondowoso Angkat Bicara

Editor PB
×

SPPG Melanggar SOP Limbah, Sekda Bondowoso Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
SMSI Bondowoso
Sekda Bondowoso Fathor Rozi juga selaku Kasatgas MBG di Kabupaten saat dikonfirmasi terkait Limbah Pembuangan SPPG Gunung Anyar. Senin, 26/1/2026. (Foto: Dok. SMSI Bondowoso)

BONDOWOSO, http://PORTALBANGSA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso juga selaku Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah, Fathor Rozi, mengeluarkan arahan tegas untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terkait pengelolaan limbah di seluruh SPPG yang ada di Bondowoso setelah ditemukan adanya pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di SPPG Gunung Anyar Kecamatan Tapen

“Jangan sampai program strategi nasional MBG ini ternyata memiliki dampak tidak baik kepada masyarakat. Kami akan lakukan pengecekan berulang dan evaluasi mendalam, sudah 43 poin penilaian yang terbentuk untuk mengukur kelayakan pengelolaan program, termasuk koordinasi terkait limbah,” tegas Fathor Rozi saat dikonfirmasi usai kegiatan. Senin (26/1/2026).

Menurutnya, mekanisme pengelolaan limbah seharusnya diatur langsung dari pusat ke berbagai unit kerja terkait. Namun, pemerintah daerah telah menyadari pentingnya peran aktif dalam menangani permasalahan ini, meskipun proses penyelarasan tidaklah mudah.

BACA JUGA :
Percantik Ruas Jalan, Dishub Bondowoso Pasang Plang

“Tidak bisa hanya sekadar ngobrol saja untuk menyelesaikan masalah. Tadi kami telah menyampaikan bahwa ada dasar hukum berupa Perpres Nomor 1 hingga 5 serta Kepres Nomor 28 yang harus dijadikan landasan untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah daerah, Kecamatan, dan para Kepala SPPG se-wilayah,” jelasnya.

BACA JUGA :
Beras, Minyak, Gula Murah! Bulog Pastikan Pemerataan hingga Pelosok Tegalampel

Fathor Rozi menekankan bahwa Strategi Transformasi Pelayanan (STP) dalam program MBG harus benar-benar memberikan manfaat, bukan malah menimbulkan masalah seperti yang terjadi di SPPG Gunung Anyar.

“Kita akan dorong agar komunikasi antar pihak semakin erat. Bukan berarti tidak ada komunikasi sama sekali, namun memang perlu regulasi yang lebih tegas dan jelas terkait seluruh aspek pengelolaan,” ujarnya.

BACA JUGA :
Beri Rasa Aman Pada Eksportir, LPEI Kenalkan Produk Asuransi Ekspor

Saat ini, pengelolaan di sebagian besar SPPG hanya mengacu pada SOP tentang prosedur memasak, padahal kebutuhan yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan.

“Terutama terkait pengelolaan limbah pembuangan sisa makanan seperti yang di keluhkan warga sekitar SPPG Gunung Anyar, kita tidak bisa hanya berhenti pada satu aspek saja, harus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menyelesaikan ini,” pungkasnya.