Berita

Dugaan Dalang di Balik Kasus Karobelah: Muncul Rekaman Suara, Tekanan Jabatan, dan Isu Politisasi Desa

Editor PB
×

Dugaan Dalang di Balik Kasus Karobelah: Muncul Rekaman Suara, Tekanan Jabatan, dan Isu Politisasi Desa

Sebarkan artikel ini

Jombang, (Mojoagung, 8 Februari 2026)– Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Kepala Dusun (Kasun) Desa Karobelah berinisial (Sk) kini berkembang ke arah dugaan rekayasa konflik dan politisasi jabatan.

Keluarga terlapor menilai perkara ini tidak murni persoalan hukum, melainkan sarat tekanan struktural dan kepentingan kekuasaan desa. Bantahan Terlapor dan Keterangan Keluarga (Sk) membantah tuduhan perselingkuhan.

Ia menegaskan bahwa peristiwa lima tahun lalu bukan perzinahan, melainkan kasus penganiayaan yang melibatkan anaknya terhadap (MJ) dan telah diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Istri (Sk) berinisial (As) menyatakan persoalan ini bermula dari kesalahpahaman keluarga.

“Pelapor adalah saudara saya sendiri. Ini bermula dari kesalahpahaman, tetapi berkembang menjadi konflik besar,” tuturnya.

BACA JUGA :
Puluhan Siswa dan Guru Keracunan MBG, , Susu Kedelai Diduga Tidak Standar

Ia mengungkap dampak psikologis yang dialami keluarga, termasuk kondisi kesehatan suaminya yang sempat menjalani perawatan intensif di RS Sakinah Mojokerto akibat tekanan mental.

Ia juga menyebut adanya kunjungan salah satu perangkat desa yang menyampaikan pesan agar suaminya segera mengundurkan diri demi meredam persoalan.

Istri (Sk) juga menyoroti pemberitaan sejumlah media online dan media sosial yang dinilainya tidak berimbang serta tidak melakukan konfirmasi.

“Media mempublikasikan tanpa konfirmasi kepada kami. Terlihat ada keberpihakan yang ingin menjatuhkan jabatan suami saya,” ujarnya sambil menangis.

Konten pemberitaan dan unggahan di media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram dinilai telah menggiring opini publik, seolah perkara telah terbukti secara hukum.

BACA JUGA :
Ajak Menteri Transmigrasi Sukseskan Kebijakan Satu Peta, Menteri Nusron Ingin Tuntaskan Masalah Batas Tanah

Dugaan Politisasi Jabatan
Saudara kedua pihak, (AG), menilai kasus ini tidak murni perkara hukum, tetapi sarat kepentingan jabatan. Ia menyebut tekanan agar (Sk) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kasun, dengan dalih surat pernyataan lama.

Namun, menurutnya surat tersebut bukan terkait perzinahan, melainkan kasus pemukulan tanggal 28 Oktober 2021, yang dapat dibuktikan secara dokumen.

“Sanksinya hanya satu: mundur dari jabatan. Ini seperti skenario yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Desa melalui WhatsApp agar dilakukan mediasi terbuka di balai desa dan tidak langsung membawa perkara ke ranah kepolisian, mengingat kedua pihak masih memiliki hubungan keluarga.

Muncul Rekaman Suara Pelapor

BACA JUGA :
KPU Buka Pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati

Perkembangan terbaru muncul adanya rekaman suara yang diklaim sebagai pengakuan langsung pelapor (MJ). Dalam rekaman tersebut, (MJ) menyatakan bahwa dirinya diperintahkan oleh seorang kepala desa untuk mengumpulkan massa sekitar 7–10 orang guna berdemo ke balai desa dan menuntut agar (Sk) dilengserkan dari jabatannya.

“Disuruh mengumpulkan massa, demo ke balai desa, minta Kasun lengser,” demikian isi pernyataan yang terdengar dalam rekaman tersebut.

Klarifikasi Kepala Desa

Kepala Desa Karobelah, Shollahuddin, membantah tuduhan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah memerintahkan pelapor untuk berdemo.

“Saya tidak menyuruh demo,Saya hanya menyampaikan, kalau mau menyampaikan aspirasi silakan, minimal 7 sampai 10 orang. Saya tidak menghalangi aspirasi warga, pungkasnya saat dikonfirmasi.