Bisnis

Strategi Pengelolaan Drawdown Maksimum dalam Investasi

Redaksi
×

Strategi Pengelolaan Drawdown Maksimum dalam Investasi

Sebarkan artikel ini
Drawdown Maksimum dalam Investasi
Drawdown Maksimum dalam Investasi

Drawdown maksimum atau MDD adalah salah satu hal yang perlu dipahami oleh para investor Obligasi FR. MDD merujuk pada metrik yang digunakan untuk mengukur penurunan terbesar dari nilai portofolio tertinggi ke terendah sebelum naik lagi.

Metrik ini memang tidak bisa dihindari. Namun, keberadaannya bisa diminimalkan dengan strategi di bawah ini.

Strategi Meminimalkan Drawdown untuk Investor Obligasi FR

Meminimalkan drawdown maksimum merupakan salah satu strategi yang krusial, karena langkah ini membantu menjaga stabilitas modal, terutama ketika suku bunga berada dalam fase fluktuatif. Dengan begitu, risiko pasar maupun potensi capital loss dapat ditekan secara lebih terukur.

Inilah berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk meminimalkan drawdown:

  • Diversifikasi Aset

Dalam berinvestasi, Anda perlu melakukan diversifikasi atau mengalokasikan total dana ke berbagai aset. Tujuannya adalah untuk menjaga nilai portofolio tetap optimal meski salah satu aset mengalami penurunan.

Sebelum diversifikasi, Anda perlu mengetahui profil dan performa masing-masing instrumen terlebih dahulu. Hal ini dapat mengurangi risiko penurunan nilai lebih dari satu instrumen dalam waktu bersamaan.

Selain itu, hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelaraskan strategi investasi dengan tujuan keuangan Anda.

Dengan penyesuaian yang tepat, target yang telah ditetapkan bisa dicapai secara optimal, sekaligus memastikan setiap kebutuhan terpenuhi dengan lebih terencana.

  • Memantau Volatilitas

Setiap instrumen selalu memiliki volatilitasnya masing-masing. Volatilitas merupakan ukuran seberapa besar serta cepat nilai suatu aset naik maupun turun dalam periode tertentu.

Bila instrumen tersebut mempunyai volatilitas yang tinggi, maka pergerakannya pun akan semakin cepat. Tandanya, risikonya lebih tinggi bila dipilih untuk berinvestasi. Begitu pula sebaliknya.

Maka dari itu, Anda perlu memantau volatilitas tersebut untuk meminimalkan drawdown maksimum. Tujuannya agar eksposur risiko dapat disesuaikan sebelum kerugian bertambah besar.

  • Rebalancing Berkala

Rebalancing portofolio perlu dilakukan setidaknya setiap enam bulan atau satu tahun sekali. Dengan demikian, keuntungan investasi tetap dapat dimaksimalkan sesuai dengan perubahan harga pasar.

Dengan rebalancing, Anda akan mengatur alokasi dana pada masing-masing instrumen investasi. Sebagai contoh, ketika saat nilai Obligasi FR naik, Anda bisa mengalokasikan lebih banyak dana di sana daripada aset lainnya.

Namun saat turun, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah dana di aset tersebut. Lalu, sisanya bisa Anda alokasikan ke instrumen lain yang nilainya sedang naik di pasar.

  • Position Sizing dan Stop Loss

Position sizing dan stop loss merupakan dua teknik manajemen risiko yang krusial. Terlebih, jika Anda aktif memperjualbelikan instrumen tersebut di pasar sekunder demi mendapatkan capital gain.

Position sizing merupakan cara untuk menentukan banyaknya nominal atau jumlah unit yang harus dibeli dalam satu transaksi. Dengan demikian, Anda tidak menempatkan terlalu banyak dana pada satu seri saja.

Biasanya, investor akan menggunakan persentase dari jumlah total dana yang dimiliki. Alhasil, saat nilai satu seri tersebut turun, portofolio keseluruhan tidak ikut jatuh.

Di sisi lain, stop loss adalah cara untuk memutuskan menjual aset pada tingkat harga tertentu. Umumnya hal ini terjadi ketika harganya turun dan tidak sesuai prediksi. Jadi, kerugian pun dapat diminimalkan.

Cara ini juga menerapkan presentasi. Sebagai contoh, Anda menerapkan untuk menjual suatu seri saat harganya turun 10%. Jadi, bila Anda membeli di harga 50, unit tersebut bisa dijual saat harganya sudah mencapai 45.

  • Pendekatan Berbasis Data

Semua investasi sebaiknya dilakukan dengan menggunakan data. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan akan lebih optimal dan sesuai fakta di lapangan.

Pendekatan berbasis data ini bisa berupa berbagai hal, seperti backtesting. Backtesting merupakan teknik untuk menguji efektivitas strategi dalam berinvestasi dengan mengacu pada data pasar di masa lalu tanpa mengalami risikonya dulu.

Selain untuk melihat potensi drawdown, teknik tersebut juga dapat membantu Anda untuk mengetahui peluang keuntungan dan tingkat keberhasilan.

Unsplash

Cara Menghitung Drawdown

Terdapat rumus dasar tertentu untuk menghitung drawdown. Hasil dari rumus tersebut berupa persentase negatif untuk menunjukkan seberapa jauh penurunan harga aset Anda, bukan termasuk pendapatan kupon yang diterima. Berikut uraiannya:

Drawdown = (Nilai Terendah – Nilai Tertinggi) : Nilai Tertinggi x 100%

Untuk menghitungnya, Anda perlu:

  • Mengumpulkan data harga Obligasi FR harian atau bulanan dalam periode tertentu.
  • Cari nilai tertinggi yang pernah dicapai sebelum jatuh.
  • Cari nilai terendah setelah puncak tersebut.

Pilih Mitra Terbaik dalam Berinvestasi

Drawdown dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan sehingga harga pasar turun. Alhasil, hal tersebut tak bisa dihindari begitu saja. Bagaimanapun juga, drawdown dapat diminimalkan dengan menggunakan cara di atas.

Anda juga perlu memilih mitra terbaik dalam berinvestasi untuk meminimalkan kerugian akibat drawdown. Salah satunya adalah perbankan prioritas DBS Treasures karena seluruh transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi DBS digibank kapan saja, termasuk jual dan beli.

Selain itu, tidak ada biaya tambahan kecuali spread atau selisih antara harga jual maupun beli. Potensi capital gain juga dapat dimaksimalkan dengan menjualnya sebelum jatuh tempo.

Menariknya, kupon reguler akan diperoleh secara berkala selama periode tertentu oleh penerbit. Tingkatnya pun cukup kompetitif, yakni di atas rata-rata bunga deposito berjangka.

Bersama DBS Treasures, Anda akan mendapat dukungan dari tim ahli finansial yang memberikan analisis pasar yang terkurasi. Dapatkan pula peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko maupun kebutuhan portfolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML).

Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.

Dengan begitu, Anda tidak hanya meminimalkan drawdown Obligasi FR saja, melainkan mengelola investasi secara terstruktur dan optimal! 

banner 400x130