Advertorial

Bupati dan Wabup Bondowoso Tembus Jalan Berbatu, Warga Pelosok Curhat Soal Akses Kesehatan dan Jalan Rusak

Editor PB
×

Bupati dan Wabup Bondowoso Tembus Jalan Berbatu, Warga Pelosok Curhat Soal Akses Kesehatan dan Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Pemkab Bondowoso
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Wabup Bondowoso As 'ad Syafii saat dikonfirmasi seusai giat Bangga Bangsa di Dusun Biser Desa Gubrih Kecamatan Wringin. Jumat, 24/4/2026. (Foto: Dok. Yuniar/portalbangsa)

Bondowoso, http://PORTALBANGSA.CO.ID – Langkah Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i kali ini tak berhenti di pusat kota. Keduanya memilih menembus medan berat menuju pelosok Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026), menyapa warga yang selama ini hidup di tengah keterbatasan akses.

Perjalanan menuju Dusun Biser, Desa Gubrih hingga Desa Banyuwulu dipenuhi tantangan. Jalan berbatu dan medan terjal sepanjang puluhan kilometer harus dilalui rombongan. Namun, kondisi itu justru menjadi gambaran nyata yang ingin dilihat langsung oleh pimpinan daerah.

Tak sekadar hadir, keduanya membawa layanan langsung ke masyarakat. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pemantauan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar, hingga layanan suntik ternak tanpa biaya.Beragam program lain turut digelar, seperti layanan pertanian, penyaluran bantuan pangan bersama Bulog, serta penanaman jagung bersama warga.

Bupati dan Wabup juga menyempatkan diri meninjau sekolah-sekolah di wilayah terpencil tersebut.Momen paling hangat terjadi usai Sholat Jumat, saat keduanya duduk bersama warga tanpa sekat. Di situlah berbagai keluhan disampaikan secara terbuka.

Ripa (40), warga Dusun Biser, mengungkapkan bahwa kehadiran pimpinan daerah menjadi kesempatan yang selama ini dinantikan. Ia menyebut persoalan utama di desanya adalah sulitnya akses kesehatan dan buruknya kondisi jalan.“Yang kami butuhkan itu bidan sama jalan yang layak,” ujarnya.

Menurutnya, warga harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk berobat. Ongkos transportasi pun tidak murah, bisa mencapai Rp100 ribu sekali jalan. Saat hujan, kondisi jalan semakin parah karena licin dan berlumpur.Kepala Desa Gubrih, Dulbari, turut menyampaikan hal serupa. Ia berharap adanya perhatian lebih pada sektor kesehatan dan pendidikan, khususnya penempatan tenaga bidan di Dusun Biser.

Ia mengungkapkan, warga harus berjalan atau berkendara sekitar 7 kilometer untuk mencapai fasilitas kesehatan. Bahkan, pernah ada warga yang hampir melahirkan di perjalanan menuju Pustu di Dusun Krajan.

“Kami sangat berharap ada bidan yang bisa tinggal dan melayani di Dusun Biser,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa kunjungan ke pelosok ini merupakan bagian dari upaya memahami langsung kebutuhan masyarakat.Menurutnya, beberapa persoalan bisa segera ditangani, sementara lainnya akan direncanakan sesuai kemampuan daerah.

“Insya Allah akan kita jadwalkan di beberapa titik lainnya juga,” ujarnya.

Terkait kebutuhan tenaga kesehatan, Bupati memastikan bahwa Dinas Kesehatan bersama pihak Puskesmas telah berupaya mencarikan solusi, termasuk kemungkinan penambahan bidan.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, M. Jasin, menyebut lokasi pembangunan Pustu sudah ditentukan bersama pemerintah desa.

“Untuk titiknya sudah ada. Kami akan mendukung dari sisi peralatan dan tenaga kesehatan,” pungkasnya.

banner 400x130