Bisnis

Awas Keliru, Ini Perbedaan MRT, LRT, KRL, Hingga KA Bandara!

Redaksi
×

Awas Keliru, Ini Perbedaan MRT, LRT, KRL, Hingga KA Bandara!

Sebarkan artikel ini
MRT
MRT

Bagi warga non-Jabodetabek, pada awalnya mungkin kesulitan mengenali perbedaan MRT dan LRT serta berbagai jenis kereta lainnya yang beroperasi di sekitar Jabodetabek. 

Kebanyakan hanya familiar dengan jenis kereta api jarak jauh yang mengakomodasi kebutuhan mobilisasi antarkota. 

Namun, Jakarta memiliki jenis transportasi kereta yang lebih maju. Tak hanya MRT dan LRT, tetapi juga KRL hingga KA Bandara.

Penting untuk memahami beda MRT, LRT, KRL, dan jenis kereta lainnya agar Anda bisa memilih transportasi yang tepat untuk sampai ke tujuan. Sebab, setiap jenis kereta punya rute dan sistem yang berbeda-beda. 

Pengertian Masing-Masing Jenis Kereta

Sebelum membahas lebih jauh tentang karakteristik masing-masing kereta, perhatikan pengertian dari berbagai jenis kereta berikut sebagai gambaran awal. 

1. MRT

Kepanjangan MRT adalah Mass Rapid Transit, moda transportasi kereta yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggeraknya. 

Keuntungan naik MRT, yakni penumpang bisa sampai ke tujuan dengan cepat tanpa harus terjebak macet. 

Jika ingin mobilisasi di pusat kota yang padat, MRT adalah opsi yang lebih baik daripada menggunakan kendaraan pribadi. 

Moda transportasi ini bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara dari kendaraan pribadi. Bagi penumpang yang ingin naik, bisa menyiapkan uang elektronik seperti JakLingko dan E-Money sebagai metode pembayarannya. 

2. LRT

Selanjutnya, kepanjangan LRT adalah Light Rail Transit, moda transportasi kereta yang juga bergerak di atas rel dan memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggeraknya. 

Moda transportasi ini mulai beroperasi pada tahun 2022 sebagai pilihan mobilisasi di kawasan perkotaan. 

LRT memiliki interkoneksi dengan moda lainnya sehingga penumpang bisa melakukan transit dengan efisien. 

Adanya LRT ini digunakan sebagai angkutan massal agar kepadatan lalu lintas di jalan raya bisa berkurang. 

3. KRL

KRL (Kereta Commuter Line) adalah moda transportasi publik berbasis rel bertenaga listrik yang sudah ada sejak tahun 1925. Kini, KRL telah berkembang menjadi pilihan transportasi populer di Jabodetabek. 

Dengan puluhan stasiun yang menghubungkan wilayah Jakarta dan sekitarnya, penumpang bisa sampai ke tujuan dengan harga yang terjangkau dan bebas macet.

4. KCJB

KJCB (Kereta Cepat Jakarta – Bandung) adalah moda transportasi generasi terbaru yang memiliki kecepatan lebih tinggi daripada jenis kereta lainnya. 

Waktu yang tadinya dibutuhkan untuk mencapai Jakarta-Bandung berjam-jam, kini bisa dalam hitungan menit saja. Jika Jepang memiliki Shinkansen atau kereta cepat, di Indonesia ada KCJB. 

5. KAJJ

Jenis kereta berikutnya adalah KAJJ atau Kereta Api Jarak Jauh yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. 

KAJJ menjadi pilihan mayoritas masyarakat untuk bepergian jarak jauh seperti lintas kota dengan waktu tempuh relatif singkat. 

6. KA Bandara

Kereta bandara atau RAILINK mungkin masih terdengar cukup asing di telinga sebagian orang. Sebenarnya, transportasi ini sudah beroperasi sejak tahun 2013 

Kegunaannya adalah mengakomodasi kebutuhan penumpang yang ingin menuju atau pulang dari bandara. 

Perbedaan MRT dan LRT Serta Jenis Kereta Lainnya

Setelah mendapatkan gambaran terkait masing-masing jenis kereta, Anda bisa memahami perbedaan MRT dan LRT serta kereta lainnya dengan lebih baik melalui perbandingan berikut. 

1. Tenaga Penggerak

Dari segi tenaga penggerak, MRT, LRT, KRL, KA bandara, dan KCJB menggunakan listrik sebagai dayanya. 

Namun, sumber listrik MRT dan KRL mengambil listrik atas kereta atau sebutannya Listrik Aliran Atas (LAA). 

Sementara itu, sumber listrik LRT menggunakan listrik dari bawah atau Listrik Aliran Bawah (LAB) sehingga jumlah relnya ada tiga yang salah satunya berisi aliran listrik. Beda dari MRT maupun KRL yang menggunakan sepasang rel kereta. 

Kemudian, untuk kereta api jarak jauh yang menggunakan lokomotif, bahan bakarnya adalah biodiesel. Biodiesel ini berasal dari minyak kelapa sawit yang ramah lingkungan. 

2. Rute Operasi

Setiap jenis kereta memiliki rute operasi yang berbeda-beda. Rute MRT mencakup wilayah Lebak Bulus hingga Bundaran HI Bank DKI. 

Kemudian, rute KRL mencakup wilayah Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Contoh KRL di Jabodetabek misalnya KRL Rangkasbitung, Bogor, Tangerang, Tanjung Priok, dan Lingkar Cikarang. 

Sementara itu, rute operasi LRT adalah lintasan LRT Jabodetabek Jalur Cibubur dan LRT Jabodetabek Jalur Bekasi. 

Jika tujuan Anda ingin ke bandara, KA bandara melayani rute lintasan Yogyakarta International Airport (YIA) serta lintasan Sri Lelawangsa yang melayani Medan – Kualanamu dan Medan Kuala Bingai. 

Kemudian, ada pula KA Bandara Soekarno Hatta yang melayani rute Stasiun Manggarai – BNI City – Duri – Batu Ceper – Bandara Soetta dan juga berlaku sebaliknya. 

Untuk KJCB rute layanannya adalah Jakarta – Bandung, sedangkan KAJJ menjangkau berbagai rute lintas kota yang ada di Indonesia. 

3. Batas Kecepatan

Perbedaan MRT dan LRT berikutnya adalah dari segi kecepatan. LRT dan KRL memiliki kecepatan 90 km/jam, sedangkan MRT lebih cepat sedikit yaitu 110 km/jam. Lalu, kecepatan KA Bandara Soekarno-Hatta umumnya 75 km/jam. 

Pemenang kecepatan kereta tertinggi adalah KCJB yang mencapai 350 km/jam. Waktu yang dihabiskan berkendara selama 2-4 jam dari Jakarta ke Bandung bisa dipersingkat hanya dalam waktu 36-44 menit saja. 

4. Kapasitas Penumpang

Meski sama-sama transportasi pengangkut massal, kapasitas setiap jenis kereta berbeda. MRT dengan rangkaian 6 gerbong kereta memiliki kapasitas 1950 penumpang. 

Kemudian, KRL memiliki rangkaian gerbong yang lebih banyak, yaitu 8-12 sehingga daya tampungnya mencapai 2000 penumpang. 

Untuk LRT, kapasitasnya hanya sekitar 600 penumpang karena rangkaian gerbong yang terbatas, sekitar 2 – 4. Kapasitas ini mirip dengan KCJB yang dapat menampung hingga 601 penumpang. 

Sementara itu, KA bandara memiliki daya tampung maksimal 1.200 penumpang setiap hari. 

Lalu, kapasitas kereta api jarak jauh tergantung pada kelasnya. Kelas ekonomi menyediakan 80-106 kursi per gerbong kereta, hingga kelas eksekutif yang hanya menampung sekitar 50 orang per gerbong. 

5. Tarif

Sama halnya dengan rute, perbedaan MRT dan LRT serta berbagai jenis kereta lainnya adalah dari segi tarif. 

Besaran tarif MRT adalah mulai dari Rp3.000 – Rp14.000 tergantung jarak tempuh. Kemudian, tarif KRL untuk 25 kilometer pertama adalah Rp3.000 dan bertambah sebesar Rp1.000 untuk setiap 10 kilometer berikutnya. 

Daripada KRL dan MRT, biaya LRT lebih mahal, yaitu Rp5.000 untuk 1 kilometer pertama. 

Wujudkan Transportasi Umum yang Berkualitas dengan Sistem Cerdas

Transportasi umum seperti MRT, LRT, KRL, hingga KA bandara berperan penting untuk mengurangi kemacetan yang mengular di jalan raya, terutama ketika jam sibuk. 

Namun, ketersediaan transum saja belum cukup untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan cerdas. Dengan berbagai sistem keamanan Hikvision, keamanan transportasi publik bisa meningkat berkat kecerdasan buatan serta manajemen terpadu. 

Hikvision membantu memastikan keselamatan dan keamanan di seluruh transportasi melalui deteksi anomali, alarm darurat, hingga bantuan mengemudi tingkat lanjut. 

banner 400x130