BONDOWOSO, PORTALBANGSA.CO.ID— Kondisi Dewik, pasien kanker serviks asal Desa Pucanganom, Kecamatan Jambesari, Bondowoso, kembali memburuk. Saat waktu Magrib, Dewik menghubungi perawat karena mengalami sesak berat dan membutuhkan oksigen.31 Agustus 2026
Mendapat laporan tersebut, Hikmatus, perawat Ponkesdes Desa Pucanganom, tidak langsung memberikan oksigen di rumah. Ia terlebih dahulu berkoordinasi dengan dokter dan Kepala Puskesmas Jambesari untuk memastikan langkah penanganan yang tepat, mengingat pemberian oksigen perlu dilakukan dengan pemantauan kondisi pasien.
“Mbk Dewi telepon saya bilang sesak dan butuh oksigen. Kalau bisa minta oksigen di rumah. Tapi saya harus koordinasi dulu dengan dokter untuk pemberian oksigen di rumah karena harus terpantau,” ujar Hikmatus.
Setelah berkoordinasi dengan dokter dan Kepala Puskesmas, petugas kemudian menganjurkan agar Dewik dijemput menggunakan ambulans untuk mendapatkan oksigen dan penanganan medis di Puskesmas Jambesari.
Kondisi Dewik ternyata sudah sangat lemah ketika tiba di puskesmas. Wajahnya terlihat pucat dan sesaknya semakin berat sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
“Pas sampai puskesmas ternyata sudah pucat banget dan sesak banget,” ungkap Hikmatus.
Melihat kondisi tersebut, petugas kemudian melakukan penanganan dan berkoordinasi untuk merujuk Dewik ke RSUD Bondowoso. Rujukan dilakukan agar Dewik mendapatkan fasilitas medis yang lebih lengkap serta penanganan dokter.
Dewik diketahui masih terus berjuang melawan kanker serviks yang dideritanya. Kondisinya yang kembali mengalami sesak membuat keluarga dan petugas kesehatan harus bergerak cepat untuk memastikan dirinya mendapatkan pertolongan.
Dewik Membutuhkan Donor Darah Golongan B
Di tengah perjuangannya menjalani perawatan, Dewik saat ini juga membutuhkan donor darah golongan B.
Masyarakat yang bersedia mendonorkan darah dapat datang ke UGD RSUD Bondowoso dan menyampaikan bahwa donor darah diperuntukkan bagi Dewik, pasien asal Desa Pucanganom.
Keluarga berharap ada masyarakat yang tergerak untuk membantu. Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat berarti bagi Dewik yang hingga kini masih berjuang mendapatkan perawatan.(Hosairi)














