BONDOWOSO, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan program terobosan (quick wins) pengendalian inflasi tahun 2027.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., tersebut berlangsung di Ruang Sabha Bina Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Rabu (21/10/2026).
HLM dan Capacity Building TPID ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Kinerja TPID melalui Evaluasi dan Coaching Laporan OPS sebagai Dasar Penyusunan Quick Wins Program TPID Tahun 2027”.
Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza N., dalam laporannya menyampaikan bahwa sinergi antaranggota TPID akan terus diperkuat, termasuk melalui optimalisasi GPIPS, guna memitigasi risiko inflasi yang dipengaruhi faktor eksternal maupun domestik.
Pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K, yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Keempat strategi tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mengantisipasi berbagai potensi gejolak harga di masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor, TPID diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kebijakan pengendalian inflasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Kabupaten Bondowoso.
Bupati Bondowoso Tekankan Penerapan Strategi 4K
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan seluruh pihak yang telah berkontribusi melalui pendampingan serta kolaborasi dalam pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut memiliki peran penting dalam melindungi daya beli masyarakat, menjaga keterjangkauan harga pangan, serta mendukung stabilitas perekonomian daerah.
“Penerapan strategi 4K harus berjalan selaras di lapangan serta didukung tata kelola administrasi dan kebijakan yang efektif,” jelas Bupati.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keselarasan antara pelaksanaan kebijakan di lapangan dengan tata kelola administrasi yang baik agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan secara optimal.
Siapkan Quick Wins TPID Bondowoso Tahun 2027
Melalui HLM dan Capacity Building ini, Bupati berharap tim teknis TPID dapat mencermati berbagai masukan serta hasil evaluasi sebagai dasar penyusunan program terobosan atau quick wins TPID tahun 2027.
Program yang dirumuskan diharapkan bersifat implementatif dan aplikatif, sehingga dapat diterapkan sesuai kebutuhan serta tantangan pengendalian inflasi di Kabupaten Bondowoso.
Evaluasi kinerja dan peningkatan kapasitas TPID menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi langkah prioritas, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi tekanan inflasi.
Dengan perencanaan program yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap upaya pengendalian inflasi mampu memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, para narasumber, pimpinan perangkat daerah, jajaran Bank Indonesia Jember, tim teknis TPID, serta kalangan akademisi.














