Pemerintahan

Promosikan Geopark dan Republik Kopi ke Dunia, Bupati Bondowoso Ajak Delegasi ICD Jadi Duta Daerah

Editor PB
×

Promosikan Geopark dan Republik Kopi ke Dunia, Bupati Bondowoso Ajak Delegasi ICD Jadi Duta Daerah

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, http://PORTALBANGSA.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat promosi potensi daerah ke tingkat internasional melalui penguatan desa, pariwisata berbasis lingkungan, serta sektor pertanian dan perkebunan. Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso dr. Kiai Abd. Hamid Wahid saat membuka kegiatan International Community Development Global Partnership (ICD) Unesa di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (5/2/2026).


Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Bondowoso dikaruniai kekayaan alam luar biasa sebagai bagian dari Ijen UNESCO Global Geopark yang telah diakui dunia internasional. Kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang dimiliki menjadi kekuatan utama daerah dalam mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Bondowoso dikaruniai keajaiban alam yang luar biasa sebagai bagian dari Ijen UNESCO Global Geopark yang telah diakui secara internasional. Kami memiliki kekayaan geologi, biologi, dan budaya yang luar biasa,” ujar Bupati Hamid.

Ia menyebut salah satu ikon kebanggaan Bondowoso adalah fenomena blue fire di Kawah Ijen, yang merupakan satu dari dua fenomena serupa di dunia. Keindahan bentang alam pegunungan, udara bersih, serta situs warisan megalitikum terbesar di Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah menjadikan Bondowoso sebagai laboratorium alam ideal bagi pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.

Selain pariwisata, Bupati juga menegaskan kekuatan Bondowoso di sektor pertanian dan perkebunan. Tanah yang subur menjadikan daerah ini dikenal sebagai produsen kopi berkualitas dengan branding Bondowoso Republik Kopi. Kopi Arabika Ijen Raung bahkan telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis.

“Sektor pertanian dan perkebunan merupakan fondasi utama ekonomi kami. Kami percaya kemandirian pangan bermula dari penguatan petani di tingkat desa,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan komoditas hortikultura, padi organik, serta peternakan terus didorong sebagai sumber penghidupan utama masyarakat desa. Pemerintah daerah juga memfokuskan pembangunan pada penguatan desa sebagai unit terkecil pembangunan.

“Kami menitikberatkan pada perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel serta mendorong literasi digital bagi generasi muda. Pemuda desa harus mampu menjadi aktor utama yang memasarkan potensi lokal ke dunia luar,” jelasnya.

Bupati menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus mampu memperkuat ekonomi pedesaan tanpa meninggalkan tradisi. Diversifikasi pendapatan serta penguatan ilmu pengetahuan praktis di sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM menjadi prioritas pembangunan berkelanjutan di Bondowoso.

Dalam forum internasional tersebut, ia juga berharap adanya kolaborasi global untuk menghadirkan solusi inovatif dalam memetakan persoalan desa dan menciptakan program berkelanjutan yang nyata, bukan sekadar seremonial.

“Kami berharap ada solusi inovatif untuk memetakan persoalan desa dan menciptakan program berkelanjutan. Kami juga berharap para delegasi internasional dapat menjadi duta positif yang menyampaikan Bondowoso di negaranya masing-masing setelah melihat keindahan alam dan keramahan warga kami,” pungkasnya (Yun)

BACA JUGA :
Babinsa Kodim 0822 Bondowoso Selalu Dukung Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan