Pemerintahan

Musrenbang RKPD 2027, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ekonomi Desa

Editor PB
×

Musrenbang RKPD 2027, Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

Jombang, http://PORTALBANGSA.CO.ID -Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Bapperida resmi membuka rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan Musrenbang memiliki peran strategis dalam memastikan program pembangunan daerah sejalan dengan prioritas nasional. Ia menyebut pengentasan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus utama.

“Musrenbang adalah ruang penyepakatan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Seluruh usulan harus terintegrasi untuk meningkatkan kualitas hidup warga, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Warsubi.

Untuk RKPD 2027, Pemkab Jombang mengangkat tema “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”.

BACA JUGA :
SPPG Melanggar SOP Limbah, Sekda Bondowoso Angkat Bicara

Tema ini menempatkan pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai basis utama yang terhubung dengan industri pengolahan dan pemasaran berbasis digital.

Bupati juga memaparkan hasil Musrenbang tahun sebelumnya yang akan direalisasikan pada 2026, di antaranya peningkatan jalan kabupaten dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lima kecamatan peserta.

Sebagai kebijakan baru, Pemkab Jombang meluncurkan skema Prioritas Kecamatan dan program Desa Mantra (Desa Maju dan Sejahtera). Setiap kecamatan akan memperoleh alokasi peningkatan jalan sebesar Rp1 miliar dan anggaran PJU Rp200 juta.

Di sektor ekonomi, Bupati Warsubi menargetkan percepatan penciptaan wirausaha baru.

BACA JUGA :
Pos Kotis Satgas Satuan Organik Yonif Raider 514/SY Sidak Masyarakat Kampung Ginid

Target yang sebelumnya satu wirausaha per dusun kini ditingkatkan menjadi tiga wirausaha per dusun, dengan dukungan stimulan modal Rp5 juta per orang.

“Yang kami dorong bukan sekadar bantuan modal, tetapi terbentuknya usaha produktif berkelanjutan yang mampu menciptakan lapangan kerja dari desa,” jelasnya.

Upaya tersebut dinilai berkontribusi pada penurunan angka pengangguran di Jombang.

Data menunjukkan jumlah pengangguran turun dari 28.700 jiwa pada akhir 2024 menjadi 25.600 jiwa di tahun 2025, atau berkurang 3.100 jiwa, seiring bertambahnya sekitar 6.100 lapangan kerja baru hasil kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Sambut Baik Malam Anugerah Sinergitas

Selain itu, Pemkab Jombang juga akan memperkuat pengelolaan sampah melalui pengembangan Bank Sampah hingga tingkat RT.

“Setiap RT akan mendapat dukungan anggaran Rp3,2 juta.

Desa berperan sebagai koordinator agar sampah tidak hanya tertangani, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Kepala Bapperida Jombang, Hartono, S.Sos., M.M., memastikan seluruh usulan kecamatan telah masuk dalam sistem perencanaan.

Meski dihadapkan pada tantangan penurunan fiskal, Pemkab Jombang tetap berkomitmen menjaga pemerataan pembangunan.

“Rata-rata alokasi kami simulasikan sebesar Rp1,2 miliar per kecamatan, dengan tetap mengedepankan skala prioritas kebutuhan masyarakat,” pungkas Hartono.

Naiynie