Berita

Lansia 84 Tahun di Bondowoso Hilang Misterius, Nenek Tumani Diduga Tersesat hingga 10 Kilometer

Editor PB
×

Lansia 84 Tahun di Bondowoso Hilang Misterius, Nenek Tumani Diduga Tersesat hingga 10 Kilometer

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, http://Portalbangsa co. Id – Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Tumani (84), warga Dusun Krajan, Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, dilaporkan hilang sejak Selasa malam (23/12/2025).

Hingga kini, keberadaan nenek tersebut masih belum diketahui.Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik, Riski Bahana, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, Nenek Tumani sehari-hari terbiasa beraktivitas di sekitar sungai maupun lahan Perhutani.

“Biasanya beliau ke lahan Perhutani untuk menanam kopi atau pisang,” ujar Riski.

BACA JUGA :
Babinsa Kodim 0822 Bondowoso Bantu Petani Panen Padi

Namun, pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa Nenek Tumani memiliki riwayat pikun ringan. Dalam kesehariannya, ia kerap mondar-mandir di sekitar tepi jalan hingga larut malam, sehingga aktivitas tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan bagi keluarga.

Pada Selasa malam, warga sekitar masih melihat Nenek Tumani beraktivitas mengenakan baju berwarna biru dan kain jarik coklat. Keluarga awalnya tidak curiga karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan beliau.

BACA JUGA :
Dukung Program Pemerintah Tekan Stunting, Babinsa Koramil Grujugan Bantu Berikan PMT

“Namun hingga pukul 03.00 WIB dini hari, yang bersangkutan tidak kunjung pulang,” jelasnya.

Merasa khawatir, keluarga bersama warga setempat langsung melakukan pencarian sejak Rabu (24/12/2025) hingga hari ini. Pencarian dilakukan menyusuri arah timur desa hingga radius sekitar 10 kilometer dari lokasi terakhir korban terlihat.

“Kami melakukan pencarian ke arah timur dengan jarak kurang lebih 10 kilometer,” terangnya.

BACA JUGA :
Operasi Patuh Semeru 2025, Reward Untuk Pengendara Tertib Lalu Lintas

Keluarga menduga Nenek Tumani tersesat dan lupa jalan pulang akibat kondisi kepikunan yang dialaminya. Kejadian ini telah dilaporkan kepada pemerintah desa dan pihak terkait untuk membantu proses pencarian.

“Keluarga sudah melaporkan kejadian ini ke pemerintah setempat,” pungkas Riski.Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama pihak terkait.