Pendidikan

Di Balik Bangku Sekolah Rusak, Ada Perjuangan Berat Guru dan Siswa, Begini Kata Kadispendik Bondowoso

Editor PB
×

Di Balik Bangku Sekolah Rusak, Ada Perjuangan Berat Guru dan Siswa, Begini Kata Kadispendik Bondowoso

Sebarkan artikel ini
Dispendik Bondowoso
Foto kiri bawah Kadispendik Bondowoso Taufan saat dikonfirmasi oleh awak media disela-sela giat Berbangga Bangsa di Dusun Biser Desa Gubrih Kecamatan Wringin. (Foto: Dok. Yuniar/Portalbangsa)

Bondowoso, http://PORTALBANGSA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Bondowoso, Taufan, mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang masih membelit dunia pendidikan di wilayahnya, mulai dari infrastruktur rusak hingga keterbatasan tenaga pendidik di daerah pelosok.

Menurutnya, kondisi infrastruktur menjadi persoalan utama yang cukup memprihatinkan. Dari hasil peninjauan langsung di lapangan, beberapa sekolah ditemukan dalam kondisi rusak berat. Salah satu contohnya adalah SDN Banyu Wuluh 4 Kecamatan Wringin Bondowoso yang dinilai sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Semua kondisi tersebut sudah kami inventarisir dan akan dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan ke depan,” ujarnya.

Selain infrastruktur, persoalan tenaga pendidik juga menjadi tantangan serius. Ia mencontohkan, terdapat kepala sekolah yang harus menempuh perjalanan hingga dua jam sekali jalan setiap hari untuk mencapai lokasi tugasnya. Bahkan, beberapa guru juga berasal dari luar wilayah sehingga menghadapi kendala serupa.

Kondisi ini, lanjutnya, menimbulkan dilema tersendiri. Jika dilakukan pemindahan tenaga pendidik, maka akan muncul persoalan baru karena minimnya sumber daya manusia lokal yang bisa menggantikan posisi tersebut.

“Kalau dipindah, siapa yang menggantikan? Ini yang menjadi kendala. Sementara di sisi lain, jumlah siswa juga terbatas, seperti di salah satu sekolah dasar yang hanya memiliki puluhan siswa,” jelasnya.

Taufan juga menyinggung rencana revitalisasi sekolah, khususnya untuk jenjang SMP di wilayah Banyu Wulu. Jika hingga pertengahan tahun belum ada keputusan dari pemerintah pusat, pihaknya berencana mengupayakan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).“Kami berharap ada solusi terbaik. Jika tidak terealisasi dari pusat, kami akan berupaya melalui APBD sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi adanya bantuan fasilitas pendukung seperti perangkat elektronik pembelajaran yang mulai masuk ke beberapa sekolah, termasuk rencana tambahan bantuan ke depan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kendala yang dihadapi siswa dalam mengikuti ujian berbasis sistem, terutama bagi mereka yang terkendala akses dan kondisi ekonomi. Namun demikian, pelaksanaan ujian tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan tidak dapat diintervensi oleh daerah.

Dengan berbagai persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Bondowoso berkomitmen terus melakukan pembenahan secara bertahap, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun kualitas layanan pendidikan, agar seluruh siswa di pelosok tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

Taufan juga menyinggung rencana revitalisasi sekolah, khususnya untuk jenjang SMP di wilayah Banyu Wuluh. Jika hingga pertengahan tahun belum ada keputusan dari pemerintah pusat, pihaknya berencana mengupayakan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kami berharap ada solusi terbaik. Jika tidak terealisasi dari pusat, kami akan berupaya melalui APBD sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi adanya bantuan fasilitas pendukung seperti perangkat elektronik pembelajaran yang mulai masuk ke beberapa sekolah, termasuk rencana tambahan bantuan ke depan.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kendala yang dihadapi siswa dalam mengikuti ujian berbasis sistem, terutama bagi mereka yang terkendala akses dan kondisi ekonomi. Namun demikian, pelaksanaan ujian tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan tidak dapat diintervensi oleh daerah.

Dengan berbagai persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Bondowoso berkomitmen terus melakukan pembenahan secara bertahap, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, maupun kualitas layanan pendidikan, agar seluruh siswa di pelosok tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.

banner 400x130