Pemerintahan

Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026: UMKM Bondowoso Didorong Tembus Pasar Digital dan Global

Editor PB
×

Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026: UMKM Bondowoso Didorong Tembus Pasar Digital dan Global

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, http://PORTALBANGSA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing di pasar digital hingga menembus pasar internasional melalui kegiatan Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan pelatihan dan pembukaan wawasan bagi pelaku usaha lokal terkait pengembangan produk, pemasaran digital, hingga peluang ekspor.

etua Dekranasda Kabupaten Bondowoso, Khodijatul Qodriyah, mengatakan pelatihan menjadi langkah penting untuk membangun mentalitas dan kualitas pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

“Dengan pelatihan seperti ini otomatis membuka peluang bagi UMKM. Kalau mentalitas dan kualitas produk sudah siap, tentu bisa naik kelas sampai tingkat global,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi bagaimana produk mampu lolos kurasi dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Karena itu, pelaku usaha didorong untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus memperluas wawasan agar mampu bersaing di era digital dan pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Bondowoso, Hergiar, menjelaskan kegiatan tersebut juga difokuskan pada edukasi ekspor dan penguatan pemasaran digital UMKM.

“Yang paling penting adalah bagaimana produk lokal Bondowoso bisa terkoneksi dengan kebutuhan pasar luar negeri. Produk harus sesuai permintaan pasar dan memenuhi standar kualitas maupun administrasi,” katanya.

Ia menyebut sejumlah produk khas Bondowoso mulai diminati pasar luar negeri, seperti arang, sambal kecombrang, hingga kerajinan berbahan kelapa dan manik-manik.

Namun, sebagian besar produk masih dipasarkan melalui pihak ketiga sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dirasakan pelaku usaha lokal.

“Banyak produk Bondowoso diambil pengusaha besar lalu dijual atas nama mereka sendiri. Harapannya ke depan UMKM kita bisa ekspor mandiri sehingga nilai tambahnya kembali ke masyarakat Bondowoso,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Koperindag, jumlah UMKM di Bondowoso mencapai sekitar 40 ribu pelaku usaha. Namun yang pernah melakukan ekspor diperkirakan belum mencapai 50 UMKM.

enurut Hergiar, rendahnya angka ekspor salah satunya dipengaruhi pola pikir pelaku usaha yang masih menganggap ekspor sebagai sesuatu yang rumit dan sulit dijangkau.

Melalui Pekan PLUT KUMKM Berkah 2026, pemerintah daerah berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu memperkuat pasar lokal, tetapi juga siap memasuki pasar digital dan global dengan produk yang lebih berkualitas, legal, dan berdaya saing tinggi.

banner 400x130