Pemerintahan

Perkuat Pasar Kopi Global, Bondowoso Lanjutkan Kolaborasi dengan ILO

Redaksi
×

Perkuat Pasar Kopi Global, Bondowoso Lanjutkan Kolaborasi dengan ILO

Sebarkan artikel ini
Bupati Bondowoso,
pertemuan antara Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., dengan tim kantor pusat ILO di Jenewa, Swiss, yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

BONDOWOSO, PORTALBANGSA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat upaya pengembangan komoditas kopi melalui kolaborasi dengan International Labour Organization (ILO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing kopi lokal, memperkuat kualitas ketenagakerjaan, serta memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., dengan tim kantor pusat ILO di Jenewa, Swiss, yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas tindak lanjut dukungan Project Fase 3 pada sektor komoditas kopi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar internasional.

ILO Dukung Pengembangan Kopi Bondowoso

Kolaborasi antara ILO, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dan OJK Jember menjadi langkah strategis untuk mendorong pengembangan industri kopi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kualitas tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui dukungan Project Fase 3, pengembangan kopi Bondowoso diarahkan pada peningkatan kualitas dan produktivitas, penguatan rantai pasok, serta penerapan standar yang kompatibel dengan persyaratan internasional.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi kopi Bondowoso di pasar yang lebih luas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani, pelaku usaha, dan tenaga kerja di sektor perkebunan maupun industri pengolahan kopi.

Bupati Dorong Bondowoso Republik Kopi Reborn

Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyambut baik dukungan ILO dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Bondowoso.

Menurutnya, keberlanjutan program ini menjadi peluang untuk memperkuat identitas Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi sekaligus mendorong transformasi sektor kopi melalui peningkatan kualitas, produktivitas, dan standar pengelolaan.

“Dukungan Project Fase 3 ini menjadi peluang strategis bagi Bondowoso untuk memperkuat program Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami ingin pengembangan kopi tidak hanya meningkatkan kualitas dan produktivitas, tetapi juga mampu memenuhi standar internasional serta memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen mendukung keberlanjutan program melalui kebijakan dan fasilitasi yang diperlukan agar kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Perkuat Kesejahteraan Petani dan Daya Saing Kopi Lokal

Pengembangan komoditas kopi melalui kemitraan lintas lembaga diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri kopi Bondowoso, mulai dari proses budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan, hingga akses pasar.

Selain peningkatan daya saing produk, perhatian terhadap kualitas ketenagakerjaan juga menjadi bagian penting dalam membangun sektor kopi yang berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan industri kopi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani dan tenaga kerja.

“Pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar petani, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengembangan ekosistem kopi yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi dengan ILO dan OJK Jember, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap program Bondowoso Republik Kopi Reborn semakin kuat dan mampu menjadikan kopi sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

banner 400x130