Pemerintahan

Kebakaran Hutan Di Kawasan Hutan Petak 18B RPH Curahdami Dekat Batalyon Raider 514/SY Bondowoso

Redaksi
×

Kebakaran Hutan Di Kawasan Hutan Petak 18B RPH Curahdami Dekat Batalyon Raider 514/SY Bondowoso

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, KLIKTODAY.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi atensi dan perhatian khusus dari pemerintah utamanya bagi instansi yang berkaitan langsung dengan antisipasi dan penanggulangannya.

Pasca Karhutla pada Rabu malam 19/7/23 yang melanda kawasan hutan dan berdekatan dengan komplek perumahan batalyon raider 514 Bondowoso saat dikonfirmasi tim media kamis 20/7/23 Zainul Lutfi Asper/KBKPH Bondowoso membenarkan kejadian tersebut. Kebakaran itu terjadi pada petak 18B RPH Curahadami yang merupakan tanaman jati tahun 2007 dan berbatasan dengan tanaman Pinus, “ungkapnya

BACA JUGA :
Libatkan Ribuan Pelajar, Bondowoso Pecahkan Rekor Muri " Tari Ojung "

Lutfi menerangkan, “bahwa kepulan api diketahui oleh Anggota Raider 514 pada pukul 17.30 wib dan berkat kerjasama antara petugas Perhutani dengan Forkopimcam Curahdami, BPBD Kabupaten Bondowoso serta masyarakat kebakaran lantai hutan dapat kami padamkan pada pukul 20.15 Wib. Dari hasil identifikasi lokasi kebakaran seluas 1,0 ha yang berdasarkan surat nomor 391/058.2/Lin SDH dan Kelsos/Divre Jatim tanggal 11 Desember 2015 masuk pada strata satu dengan taksiran kerugian sebesar Rp. 75.000 Saya pastikan tidak akan menyebabkan kematian pada pohon jati mengingat tanaman sudah berusia cukup tua, “terangnya

BACA JUGA :
Tingkatkan Perekonomian, Nasim Khan Gelar Sosialisasi Pendampingan Wirausaha di Bondowoso

Saat dikonfirmasi terpisah melaui selularnya, Enny Handhayani Wakil ADM /KSKPH Bondowoso selatan menyampaikan, atasnama management Perhutani KPH Bondowoso saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuan dan peran aktif dalam upaya pemadaman yang diberikan oleh anngota Batalyon Raider 514, Polsek Curahdami, lapisan masyarakat dan BPBD Kabupaten Bondowoso yang telah mengerahkan 3 Unit armada pemadam kebakaran sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak menjalar lebih luas utamanya ke areal tanaman pinus yang merupakan lokasi sadapan dan menjadi sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat sekitar, “pungkasnya. (jas)