Pemerintahan

Monitoring Jalan Rusak, Ini Yang Dilakukan Bupati Bondowoso

Redaksi
×

Monitoring Jalan Rusak, Ini Yang Dilakukan Bupati Bondowoso

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, PORTALBANGSA.CO.ID – Masyarakat kerap mengeluh akibat jalan disekitar pasar pujer yang berlubang sehingga mengganggu para pengguna jalan.

Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto berkeliling bersama rombongan di sekitar Kecamatan Pujer untuk melihat secara langsung jalan-jalan berlubang,

Tak hanya meninjau, Pj Bupati Bambang Soekwanto bahkan langsung memerintahkan tambal sulam terhadap jalan akses di sekitar Pasar Pujer.

Sebenarnya, semula Pj Bupati Bambang hanya hendak meninjau pengerjaan drainase di Kecamatan Jambesari DS dan Kecamatan Pujer. Namun, di tengah jalan ia langsung meminta berhenti karena ada jalan berlubang dekat pasar.

BACA JUGA :
Komandan Kodim 0822/Bondowoso Sambut Kunjungan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Di Pondok Pesantren Al-Islah

Kendati, memakan waktu satu jam lebih. Orang nomer satu di Bondowoso itu tak beranjak pergi hingga memastikan tambal sulam benar-benar dilakukan.

Dikonfirmasi awak media, pria akrab disapa Bambang itu mengatakan, apa yang dilakukannya sebenarnya meneruskan apa yang sudah dilakukan di pemerintahan KH. Salwa Arifin.

BACA JUGA :
Serah Terima Kirab Pemilu 2024 Dari KPU Situbondo Ke KPU Bondowoso "Pemilu Sebagai Sarana Integritas Bangsa"

“Iya akan dilakukan di semua kecamatan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa ada aturannya bahwa tambal sulam langsung yang dilakukannya itu hanya bisa dilakukan jika kerusakan ruas jalan di bawah sekitar 10 persen.

“Kalau lebih yang tidak boleh, harus dianggarkan ke yang lain,” ungkapnya.

Ditambakan oleh Plt Kepala Dinas Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Kontruksi (BSBK), Anshori, membenarkan tentang aturan tersebut.

BACA JUGA :
Kejari Situbondo Gelar Pemeriksaan Dua Lahan Sengketa di Sumber Malang

Karena itulah, untuk merusak ruas jalan di bawa 10 persen pihaknya bisa menggunakan anggaran swakelola atau kegiatan rutin jalan.

Namun jika di atas 10 persen, maka baru dilakukan secara berkala.

“InsyaAllah ke depan tahun 2024, kita akan melaksanakan tambal sulam itu di semua ruas,” pungkasnya.