Pendidikan

SMP Nurul Ulama Tenggarang Bondowoso Perkuat Roh Kurikulum Merdeka Melalui Acara Workshop

Redaksi
×

SMP Nurul Ulama Tenggarang Bondowoso Perkuat Roh Kurikulum Merdeka Melalui Acara Workshop

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, PORTALBANGSA.CO.ID – Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Nurul Ulama Tenggarang Bondowoso sudah dimulai pada tahun pelajaran 2023/2024 , khususnya bagi siswa kelas 7.

Mengiringi implementasi kurikulum merdeka tahun pertama SMP Nurul Ulama Tenggarang Bondowoso mengadakan workshop bertajuk Workshop Pemantapan Kurikulum Merdeka pada Rabu (15/11/2023) di Ruang Pertemuan SMP Nurul Ulama Tenggarang Bondowoso.

BACA JUGA :
SMP Wisma Aswaja Bondowoso Gelar IHT Pengembangan Pembelajaran Terintegrasi Literasi-Numerasi

Pembukaan acara dihadiri oleh Kepala sekolah yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop pemantapan kurikulum merdeka ini diikuti semua guru SMP Nurul Ulama.

Kepala Sekolah juga mengharapkan workshop ini dapat memberikan fungsi ganda. Bisa jadi bahan refleksi dan evaluasi atas apa yang sebelumnya sudah dilakukan di semester ini. Juga menjadi pembekalan bagi persiapan pembelajaran selanjutnya dan semester depan.

BACA JUGA :
Guna Menjaga Swasembada Pangan Babinsa Tanggap Ikut Menanam Padi Di Desa Binaan

Mohammad Hairul, M.Pd yang menjadi narasumber workshop penguatan IKM menyampaikan beberapa hal tentang kekhasan dan roh kurikulum merdeka.

“Jangan hanya perangkat pembelajaran saja yang sesuai kurikulum merdeka. Interaksi pembelajaran di kelas, bentuk asesemen, dan cara pandang terhadap siswa juga berlu sesuai dengan paradigma dan filosofi kurikulum merdeka”, tandas Kepala SMPN 1 Curahdami tersebut.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Berhasil Ungkap Kasus Perjudian Togel Online

Materi yang disampaikan dalam Workshop Pemantapan IKM diantaranya adalah Asesmen Diagnostik, Pembelajaran Diferensiasi, Penerapan P5, serta Pembuatan Soal Standart ANBK.

“Bagi penerapan kurikulum merdeka di tahun pertama, hal yang perlu kita perjelas konsepnya asalah ruh dari kurikulum merdeka. Utamanya tentang paradigma baru yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya” pungkas Hairul.