BONDOWOSO, http://Portalbangsa. Co. Id – Setiap Minggu, suasana di SPPG Dabasah itu terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas memasak.
Ada lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun pelan, dibacakan para tahfidz yang sengaja diundang. Sebuah pemandangan yang tak lazim, namun sarat makna.
Menghadirkan para penghafal Al-Qur’an bukan soal seremonial, namun jauh dari itu. Niatnya sederhana, yakni mencari keberkahan.
“Awalnya ya ingin mencari barokah. Barokah untuk tempat itu, untuk yang bekerja di situ, karyawannya, semuanya,” katabH Muzammil, owner SPPG Dabasah dibawah naungan Yayasan Baitul Hikmah Al Imraniyyah.
Ia percaya, usaha bukan hanya soal untung dan rugi. Ada nilai yang lebih dalam doa, keberkahan, dan ketenangan batin.
Menghadirkan ayat-ayat suci diyakininya menjadi “siraman” spiritual, baik bagi tempat maupun orang-orang yang menggantungkan hidup di sana.
Tak hanya itu, ada dimensi sosial yang ingin ia jaga. Kehadiran para tahfidz, menurutnya, juga menjadi ruang berbagi. “Paling tidak ada sosialnya. Ada manfaat untuk orang lain,” katanya.
Pria yang akrab disapa Pak Haji iti mengaku, tak pernah berpikir macam-macam. Ia hanya merasa, jika ada kelebihan rezeki, lebih baik dimanfaatkan untuk hal yang membawa kebaikan.
Baginya, mengaji adalah pilihan paling positif. Lebih menenangkan, lebih bermakna. Ia bahkan meyakini bahwa tempat yang dibacakan Al-Qur’an akan ‘senang’.
Senang bagi yang merintis, yang membangun, hingga yang merawatnya setiap hari. “Kalau di sana dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, ya senang. Yang punya, yang bikin, yang kerja, pasti senang,” ucapnya.
Menariknya, kegiatan ini tak bersifat wajib. Tak ada paksaan. Siapa yang ingin ikut, dipersilahkan. Siapa yang lelah atau tak berkenan, juga tak masalah.
“Saya nggak maksain. Yang mau ikut, silakan. Yang capek, ya nggak usah,” katanya sambil tersenyum.
Ke depan, ia bahkan berencana membuat jadwal khusus mengaji bersama para karyawan. Mungkin setiap malam Minggu. Tetap dengan satu prinsip, tanpa tekanan. “Yang merasa senang, ikut. Yang kurang senang, ya nggak usah,” pungkasnya.













