BONDOWOSO, http://Portalbangsa.co.id– Ambruknya jembatan penghubung antara Desa Sempol, Kecamatan Prajekan, dan Desa Bandilan, Kecamatan Cerme, langsung melumpuhkan aktivitas warga. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu kini terputus, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat segera dilakukan.
“Ini penanganan sementara, yang penting jembatan bisa segera difungsikan kembali, meskipun masih terbatas,” ujar Bupati saat meninjau lokasi, Selasa (31/3/2026).
Perbaikan darurat kini dikebut dengan target ambisius. Dalam waktu sekitar dua pekan, jembatan tersebut diharapkan sudah bisa kembali dilalui masyarakat, setidaknya untuk mengurangi dampak lumpuhnya akses antarwilayah.
“Secara teknis, setengah bulan ini kami upayakan sudah bisa dimanfaatkan sementara,” tegasnya.
Namun, di balik percepatan itu, pemerintah mengakui perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara. Konstruksi permanen masih menunggu proses penganggaran yang akan diusulkan dalam perubahan anggaran daerah.
“Perbaikan permanen tetap jadi prioritas. Kalau tidak bisa direalisasikan tahun ini, akan kami dorong pada 2027,” jelasnya.
Sementara itu, warga berharap janji percepatan ini benar-benar terealisasi, bukan sekadar respons sesaat. Sebab, bagi mereka, jembatan tersebut bukan hanya penghubung wilayah, melainkan penopang utama roda ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
Kini, harapan warga bertumpu pada kecepatan dan keseriusan pemerintah dalam mengembalikan akses yang telah lama menjadi bagian penting kehidupan mereka.














