BLITAR, PORTALBANGSA.CO.ID – DPRD Kabupaten Blitar tidak hanya menyoroti aspek kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong peran industri dalam memperkuat ekonomi lokal. Hal ini mengemuka saat Komisi IV melakukan inspeksi lapangan ke PT Panca Karya Kayoe di Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Jumat (17/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, dewan menegaskan bahwa keberadaan industri di daerah harus memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal secara optimal.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya dituntut patuh terhadap regulasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Keberadaan industri harus membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, terutama dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi di tingkat desa. Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, perputaran ekonomi di wilayah sekitar perusahaan akan semakin kuat.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya membuka akses kerja yang lebih inklusif. Perusahaan didorong untuk memberikan kesempatan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan kerja.
Dalam dialog bersama manajemen, Komisi IV menekankan bahwa kebijakan rekrutmen yang berpihak pada masyarakat lokal perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan turut berperan dalam memberikan pelatihan atau peningkatan keterampilan bagi pekerja.
“Kalau tenaga kerja lokal diberi ruang dan dibekali kemampuan, maka industri dan masyarakat bisa tumbuh bersama,” tambah Sugeng.
Meski demikian, DPRD tetap mengingatkan bahwa aspek dasar seperti upah layak, jaminan sosial, dan keselamatan kerja tidak boleh diabaikan. Semua itu menjadi fondasi dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DPRD membangun sinergi antara dunia usaha dan kepentingan publik. Pengawasan yang dilakukan tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga mendorong terciptanya praktik industri yang lebih berkeadilan.
Ke depan, DPRD Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mengawal sektor industri agar tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberi kontribusi sosial yang signifikan bagi masyarakat. (Siti Nasirotin)














