Blitar, PORTALBANGSA.CO.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar, H. M. Rifa’i, mendorong Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Blitar untuk mengambil peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan daerah pasca-pelantikan pengurus baru dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I di Hall Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kamis (30/4/2026).
Kehadiran kaum intelektual Nahdliyin dinilai krusial dalam merumuskan solusi berbasis keilmuan terhadap berbagai tantangan sosial, teknologi, dan pendidikan yang berkembang di masyarakat. Melalui momentum ini, legislatif berkomitmen memperkuat sinergi dengan ISNU guna melahirkan kebijakan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada penguatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Blitar.
Langkah taktis pasca-pelantikan ini menandai babak baru bagi arah pergerakan ISNU Kabupaten Blitar. Organisasi yang mewadahi para sarjana dan cendekiawan Nahdlatul Ulama tersebut kini tidak lagi sekadar menjadi wadah berkumpulnya para akademisi, melainkan bertransformasi menjadi mitra kritis dan strategis bagi jajaran pemerintahan daerah.
Dalam penyusunan program kerja pada Rakercab perdana tersebut, jajaran pengurus fokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan kapasitas internal anggota, pengembangan khazanah keilmuan, serta aksi pengabdian sosial lintas sektoral. Pola pergerakan ini sengaja dirancang untuk merespons dinamika zaman, termasuk percepatan adopsi teknologi dan pembenahan sektor pendidikan di tingkat lokal.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, H. M. Rifa’i, menyatakan bahwa hubungan emosional dan kerja sama antara lembaga legislatif dengan organisasi kemasyarakatan berbasis intelektual merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah yang merata. Kehadiran pemikiran segar dari para sarjana sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam mengesekusi program publik.
“Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga legislatif sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. ISNU diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi berbasis keilmuan,” ujar H. M. Rifa’i
Pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini juga menekankan pentingnya nilai-nilai moderasi dalam setiap pergerakan sosial. Para sarjana Nahdliyin dituntut mampu mengawinkan nilai-nilai akademis dengan realitas sosial di lapangan, sehingga program kerja yang dihasilkan tidak mandek sebagai wacana di atas kertas semata.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang mulai digodok dalam rapat kerja tersebut, ISNU Kabupaten Blitar berkomitmen untuk memperluas jangkauan dampaknya, baik dalam penguatan ekonomi lokal maupun pendampingan komunitas masyarakat di akar rumput. Jajaran legislatif pun memastikan akan membuka ruang diskusi yang luas bagi para pengurus organisasi untuk menyalurkan rekomendasi kebijakan ke parlemen.
DPRD Kabupaten Blitar menegaskan dukungannya terhadap seluruh program kerja ISNU selama berorientasi pada kemaslahatan publik dan kemajuan daerah. Pihak legislatif berharap konsistensi pengabdian ini dapat terus terjaga dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi awal pengabdian nyata dalam menjawab tantangan zaman. DPRD siap mendukung setiap langkah positif yang membawa kemajuan bagi Kabupaten Blitar,” pungkas H. M. Rifa’i














