BLITAR, PORTALBANGSA.CO.ID – Momentum Jumat Agung 2026 dimanfaatkan Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, untuk menegaskan pentingnya keberanian moral dalam pengambilan keputusan politik. Ia menilai, nilai pengorbanan yang terkandung dalam peringatan tersebut seharusnya menjadi inspirasi bagi para pemimpin dalam menetapkan kebijakan, termasuk ketika harus menghadapi pilihan yang tidak populer.
Menurut Supriadi, esensi Jumat Agung tidak hanya berbicara tentang dimensi spiritual, tetapi juga menyimpan pesan kuat mengenai integritas, ketulusan, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran. Nilai-nilai itu dinilai relevan dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan dan kerja-kerja legislatif.
“Keputusan politik tidak selalu berada di zona nyaman. Ada kalanya kita harus mengambil langkah yang tidak populer, tetapi benar dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menekankan bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga memiliki keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan publik. Dalam hal ini, keberanian menjadi faktor kunci agar kebijakan tidak sekadar kompromi politik, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Supriadi juga mengingatkan bahwa pengorbanan yang dimaknai dalam Jumat Agung seharusnya tercermin dalam sikap pemimpin yang rela menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Baginya, integritas seorang pemimpin diuji justru ketika dihadapkan pada tekanan dan kepentingan yang saling bertabrakan.
“Di situlah kualitas kepemimpinan diuji. Apakah kita berani tetap berada di jalur kebenaran, atau justru tergoda untuk mengambil jalan yang lebih mudah,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjadikan kekuasaan sebagai sarana pelayanan. Ia menilai, orientasi pelayanan publik harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan yang dihasilkan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan dapat terus terjaga.
Lebih lanjut, Supriadi berharap refleksi Jumat Agung tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi mampu membentuk cara pandang baru dalam praktik politik yang lebih berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
“Nilai pengorbanan dan keberanian ini harus kita terjemahkan dalam kebijakan yang nyata. Dengan begitu, kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pesan tersebut, DPRD Kabupaten Blitar diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Siti Nasirotin)














